1. Volume Belanja Digital Terjaga
Realisasi transaksi belanja langsung pemerintah menggunakan sistem digital E-Katalog V6 mencatatkan performa mantap pada penutupan transaksi harian tanggal 29 Mei 2026 dengan nilai total belanja menyentuh Rp 234,77-miliar dari 1.847 paket transaksi sukses. Belanja digital instan terbukti mempercepat serapan anggaran pemeliharaan rutin dinas daerah tanpa prosedur lelang berbelit-belit.
2. Instansi Belanja Teraktif
Kementerian Pertanian (Kementan) mencatatkan transaksi belanja e-katalog teraktif kemarin dengan total belanja Rp 94,46-miliar untuk 26 paket pengadaan. Pagu belanja Kementan dialokasikan untuk traktor pertanian modern dan pupuk organik padat guna menyambut masa tanam berikutnya.
Kabupaten Kotabaru mengikuti di posisi kedua dengan transaksi tunggal belanja jalan beton senilai Rp 22,90-miliar. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyusul di peringkat ketiga dengan nilai belanja Rp 9,42-miliar untuk 5 paket perangkat laboratorium sains berstandar tinggi.
3. Kategori Pengadaan yang Paling Diminati
Kategori Pengadaan Barang mendominasi belanja e-katalog dengan transaksi Rp 183,45-miliar untuk 1.574 paket transaksi. Pekerjaan Konstruksi melalui e-katalog menyerap Rp 25,46-miliar dari 6 paket sukses, disusul oleh Jasa Lainnya sebesar Rp 25,16-miliar (266 paket).
4. Catatan Bagi Vendor Digital
Dominasi belanja barang digital menuntut kelancaran rantai pasok dan verifikasi harga e-katalog agar produk vendor selalu terpilih di sistem belanja kementerian sekelas Kementan.